AI Role 04 · Workshop Enablement

Tim tidak butuh lebih banyak teori AI. Tim butuh workflow yang bisa langsung dipraktikkan.

Workshop AI in-house berbasis kebutuhan bisnis untuk membantu tim memahami use case prioritas, mengoptimalkan ChatGPT, Claude, dan Gemini, lalu mengubahnya menjadi output, template, serta alur kerja yang siap diuji.

  • Berbasis praktik
  • Materi dapat disesuaikan
  • Untuk tim dan perusahaan
  • Human-controlled AI

Masalah yang Sering Terjadi

Tools sudah tersedia, tetapi tim belum memiliki cara kerja AI yang sama.

Ketika setiap orang bereksperimen sendiri, kualitas output berbeda, knowledge tidak terdokumentasi, dan AI sulit masuk ke workflow perusahaan secara konsisten.

01
Knowledge Gap

Level pemahaman tim berbeda

Sebagian anggota tim sudah aktif memakai AI, sebagian masih bingung memulai, dan tidak ada standar kerja yang menyatukan keduanya.

02
Use-Case Gap

Belajar fitur tanpa konteks

Tim mengenal tools, tetapi belum tahu kapan fitur digunakan, data apa yang dibutuhkan, dan output apa yang harus dihasilkan.

03
Adoption Gap

Workshop berhenti setelah sesi

Tanpa template, workflow, PIC, quality control, dan next action, semangat belajar tidak berubah menjadi kebiasaan kerja.

Workshop Operating Method

Dari pemahaman bersama menuju praktik dan aktivasi.

Struktur workshop dirancang untuk mengurangi jarak antara “tahu AI” dan “menggunakan AI dalam pekerjaan nyata.”

  • Business owner dan leadership
  • Marketing dan campaign team
  • Content dan social media team
  • Sales dan customer-facing team
  • Operation dan support team
  • Tim lintas fungsi yang mulai mengadopsi AI
01Foundation

Align

Menyamakan pemahaman AI, peluang, batasan, dan peran manusia.

02Direction

Map

Memetakan use case, masalah kerja, data, dan output prioritas.

03Application

Practice

Mencoba prompt, context, workflow, assistant, serta review output.

04Adoption

Activate

Menentukan template, PIC, guardrail, dan langkah implementasi.

Kurikulum Adaptif

Materi inti yang dapat disesuaikan dengan tujuan dan fungsi peserta.

Topik final ditentukan setelah memahami kebutuhan, tingkat kemampuan, data, tools, dan output yang diharapkan perusahaan.

Module 01 · Foundation

AI Landscape & Business Operating System

Memahami LLM, AI assistant, AI agent, peran manusia, risiko, dan cara mengubah AI dari tools menjadi sistem pendukung kerja.

Module 02 · Workflow

Prompt, Context & Workflow Design

Menyusun objective, role, context, task, output, quality criteria, human review, serta alur kerja yang dapat digunakan ulang.

Module 03 · ChatGPT

ChatGPT for Team Productivity

  • Projects dan knowledge organization
  • Custom GPT serta Skill GPT
  • Search, Deep Research, file analysis, dan fitur relevan
Module 04 · Claude

Claude for Business Thinking

  • Projects dan Artifacts
  • Claude Skill untuk workflow spesifik
  • Connector dan MCP sesuai kesiapan sistem
Module 05 · Gemini

Gemini & Google Productivity

  • Gems sebagai assistant khusus
  • Gemini dalam ekosistem Google Workspace
  • Drive, Docs, Sheets, Slides, Gmail, dan fitur relevan
Module 06 · Activation

Use-Case Sprint & Action Plan

Peserta memilih masalah nyata, membangun workflow awal, menguji output, memperbaiki instruksi, dan menyusun next action.

Multi-Model AI Stack

Bukan memilih satu tools untuk semua pekerjaan.

Peserta memahami fungsi setiap ekosistem dan cara memilihnya berdasarkan jenis tugas, kebutuhan context, sumber data, output, serta paket akun yang tersedia.

ChatGPT

Build & Execute

  • Projects untuk konteks kerja
  • Custom GPT untuk assistant khusus
  • Skill GPT untuk kemampuan terstruktur
  • Search, riset, analisis file, dan pembuatan output

Ketersediaan fitur dapat berbeda menurut paket dan pengaturan akun.

Claude

Think & Structure

  • Projects untuk knowledge dan konteks
  • Artifacts untuk output terstruktur
  • Claude Skill untuk metode kerja
  • MCP atau connector untuk sumber yang diizinkan

Implementasi connector memerlukan kesiapan akses dan keamanan.

Gemini

Connect & Collaborate

  • Gems untuk assistant spesifik
  • Gemini dan Google Workspace
  • Drive sebagai sumber kerja
  • Docs, Sheets, Slides, Gmail, serta fitur relevan

Akses Workspace mengikuti paket dan kebijakan organisasi.

Simulasi Study Case

Tim marketing ingin membuat campaign lebih cepat tanpa menghasilkan konten generik.

Simulasi berikut menunjukkan bagaimana satu masalah bisnis diubah menjadi praktik workshop.

  1. Mapping

    Context Mapping

    Peserta menyusun target, audience, offer, channel, constraint, dan indikator keberhasilan.

  2. Selection

    Model Selection

    Tim menentukan kapan menggunakan ChatGPT, Claude, Gemini, dan kapan membutuhkan human review.

  3. Production

    Guided Build

    Peserta membuat research brief, angle matrix, script, caption, serta checklist kualitas.

  4. Evaluation

    Test & Repair

    Output dibandingkan dengan objective, brand voice, bukti, risiko klaim, dan kebutuhan channel.

Output Workshop

Contoh output: satu workflow campaign, template brief, prompt terstruktur, quality checklist, dan daftar perbaikan untuk digunakan setelah workshop.

Ramadhan Aziz, Business AI Strategist dan fasilitator Workshop AI Bisnis
Ramadhan AzizBusiness AI Strategist
Facilitator

Workshop dibangun dari kebutuhan bisnis, bukan demonstrasi tools semata.

Ramadhan Aziz mengembangkan pendekatan AI dari pengalaman di branding, marketing, digital marketing, content creation, campaign, dan implementasi workflow bisnis sejak 2016.

Fokus sesi adalah membantu peserta memahami cara berpikir, menghubungkan tools dengan pekerjaan, serta menjaga AI tetap berada dalam kontrol manusia.

Practical

Use case dan praktik diarahkan pada pekerjaan nyata.

Strategic

Tools dihubungkan dengan tujuan dan prioritas bisnis.

Adaptable

Materi menyesuaikan konteks, tim, dan kesiapan organisasi.

Team Activation Starts Here

Jadikan workshop sebagai awal perubahan cara kerja, bukan acara satu hari.

Ceritakan profil peserta, masalah kerja, tools yang digunakan, dan output yang ingin dicapai. Workshop akan dirancang dari kebutuhan tersebut.

FAQ

Pertanyaan sebelum mengadakan Workshop AI.

Jawaban singkat untuk membantu Anda memahami format, kebutuhan, dan kesiapan sebelum mengadakan workshop.

Apakah workshop dapat dilakukan secara in-house?

Ya. Workshop dirancang untuk kebutuhan tim atau perusahaan dan materi dapat disesuaikan berdasarkan fungsi peserta.

Apakah cocok untuk peserta pemula?

Cocok. Tingkat materi akan disesuaikan setelah pemetaan kemampuan peserta. Tim dengan kemampuan campuran juga dapat difasilitasi melalui latihan bertahap.

Apakah peserta harus memiliki akun berbayar?

Tidak selalu. Namun, beberapa fitur tertentu hanya tersedia pada paket tertentu. Kebutuhan akun akan dibahas sebelum workshop.

Apakah materi hanya tentang prompt?

Tidak. Prompt hanya salah satu bagian. Workshop juga membahas context, workflow, quality control, human review, dan penggunaan output dalam pekerjaan.

Apakah bisa fokus hanya pada satu divisi?

Bisa. Workshop dapat difokuskan pada marketing, sales, content, operasional, atau fungsi bisnis tertentu sesuai kebutuhan.

Apakah peserta akan membuat Custom GPT, Claude Skill, atau Gem?

Dapat dilakukan jika sesuai dengan use case, kesiapan akun, akses, dan waktu workshop. Output akhir akan disesuaikan dengan kebutuhan tim.

Berapa durasi dan investasinya?

Durasi dan investasi disesuaikan dengan jumlah peserta, ruang lingkup, format, dan tingkat kedalaman materi. Detail akan dibahas setelah kebutuhan dipetakan.

Apakah ada pendampingan setelah workshop?

Tersedia opsi pendampingan lanjutan untuk review workflow, perbaikan output, dan aktivasi sistem kerja setelah workshop.